Gadis Penjual Apel

Kategori: Refleksi Diri

Penulis: Handy S. Hirawan (SKKK Bandung) , tanggal: 2016-02-17 15:17:42

 

Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing² akan tiba dirumah pada hari Jumat malam utk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu² mengejar pesawat mereka sambil membawa koper² nya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yg dijajakan. Apel² itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat.

Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam², dia mencoba mendengarkan suara hatinya dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yg menjual apel² itu. Dia segera memberitahu teman² nya utk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka utk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel² tadi berhamburan ke lantai.

Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yg benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta!

Gadis itu menangis dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba me-raba² mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan utk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yg peduli.

Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali dimeja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yg rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu,
“Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini utk mengganti kerusakan yg terjadi. Apakah kamu baik² saja?”

Gadis itu menghapus air matanya.

Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.”

Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali.

”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu.

”Apakah engkau YESUS?” tanya gadis itu.

Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi kearah penjual tiket utk pulang kerumahnya dgn pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar ditelinganya,
“Apakah engkau YESUS?”

Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yg telah dicelikkan oleh YESUS KRISTUS jarang yg mau berhenti sejenak dan menolong mereka.

Jika kita menyatakan mengenal YESUS, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana YESUS hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dgn hidup kita, dia dapat merasakan kasih YESUS itu.

Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan YESUS?

Sudahkah kita mempraktekkan kasih tsb pada sesama (keluarga, saudara, teman, kolega, atasan, bawahan, orang lain yg seiman atau tdk seiman) dalam kehidupan kita hari lepas hari?

" Terpujilah nama TUHAN ALLAH BAPA, ALLAH ANAK & ALLAH ROH KUDUS, kekal abadi ".

TUHAN YESUS
Memberkati kita semua.

 
 

Berikan Komentar Anda